Prospek kerjaan keren ini sudah menantimu wahai lulusan Teknik Kimia

Wahai lulusan Teknik Kimia prospek kerjaan keren ini sudah menantimu

Teknik Kimia

 

Halo lulusan Teknik Kimia Indonesia, kalian harus berbangga masuk jurusan ini, walaupun jurusan ini terkenal sulit, prospek kerjaan yang keren sudah menantimu. Jurusan Teknik Kimia mempelajari proses dalam skala industri bagaimana suatu bahan mentah di konversi menjadi produk yang bernilai tinggi dengan melakukan rekayasa pada suatu industri dengan mementingkan faktor ekonomis. Selain keren, banyak bidang ilmu yang kita dapatkan pada jurusan ini seperti matematika, fisika, biologi dan tentunya kimia. Dikarenakan banyaknya bidang ilmu yang kita pelajari, sehingga begitu luasnya lowongan teknik kimia di dunia kerja dari mulai industri kimia hingga industri migas. Berikut beberapa industri yang dapat di masuki oleh jurusan Teknik Kimia.

1. Industri Kosmetik

farmasi

Jurusan teknik kimia dibutuhkan dalam industri kosmetik, pada industri ini kita akan menempatkan berbagai posisi, diantaranya Qc, Supply Chain bahkan business development pun bisa, karena kemampuan kita berperan dalam mengetahui berbagai macam bahan kimia. Selain itu seorang lulusan teknik kimia dapat memilih bahan-bahan yang tepat dalam jumlah dan komposisi untuk kemudian dapat menjadi bagian dalam pembuatan sebuah produk kosmetik misalnya skincare, bedak dan lain sebagainya.

Contoh perusahaan kosmetik di Indonesia adalah Paragon, L’Oreal, Nivea, Chanel, dan masih banyak lainnya.

2. Industri Farmasi

Belajar HYSYS

Industri farmasi merupakan industri obat-obatan jadi yang merupakan bidang kesehatan. Pada industri ini lulusan teknik kimia dapat mengerjakan beberapa desain diantaranya membantu desain dari Actieve Pharmaceutical Ingredient (API) dan Drug Product (DP), membantu scale up dari skala laboratorium ke skala pabrik, proses modelling, pemahaman dan pengembangan proses secara umum dengan tujuan meningkatkan produksi, meningkatkan safety dan melakukan penghematan biaya dalam pembuatan obat.

Contoh perusahaan Farmasi di Indonesia adalah PT. Kalbe Farma, PT. Kimia Farma, PT. Sanbe Farma, Novell dan lain sebagainya.

3. Industri Fast Moving Consumer Goods

industri fmcg

Industri Fast Moving Consumer Goods atau FMCG merupakan industri yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dari masyarakat, sehingga industri ini merupakan salah satu favorit lulusan teknik kimia untuk meniti karir. Pada industri ini lulusan teknik kimia bertugas dalam hal rekayasa proses, menganalisis hasil produksi, serta mencari cara supaya proses produksi dapat meningkatkan kualitas yang tinggi dan menghemat biaya produksi. Jurusan teknik kimia di industri ini juga dapat menempati di bagian produksi, QC dan lain sebagainya.

Contoh perusahaan di industri FMCG yaitu Unilever, P&G, Indofood, Nestle, Johnson & Johnson , L’oreal dan lain sebagainya.

4. Industri Petrokimia

petrokimia

Industri petrokimia yaitu Industri yang menghasilkan produk petrokimia yang masih berupa produk dasar atau produk primer dan produk antara atau produk setengah jadi (masih merupakan bahan baku produk jadi ). Pada industri petrokimia banyak melibatkan proses pemisahan, pencampuran, dan proses konversi. Ilmu – ilmu seperti rekayasa proses sangat terpakai dan melibatkan banyak unit operasi seperti kolom distilasi, kolom absorber dan reaktor lainnya, sehingga keahlian penggunaan software Aspen Hysys sangat dibutuhkan pada industri ini.

Contoh perusahaan di industri petrokimia yaitu Pupuk kaltim, petrokimia gresik dan chandra asri petrochemical.

5. EPCC ( Engineering, Procurement, Construction and Comissioning )

Industri EPC

Biasanya EPC mengerjakan proyek-proyek besar yang dimiliki oleh perushaan Owner Operation seperti halnya PT. Pertamina Persero, ENI, BP, Chevron dan lain sebagainya.  Pada proyek tersebut melibatkan banyak disiplin Engineering, mulai dari Process Engineer, Piping Engineer, Mechanical Engineer, Electrical & Instrumentation Engineer dan lain sebagainya.Tahapan pada pengerjaan proyek secara keseluruhan dimulai dari perusahaan Owner Operation, dimana tahap tersebut merupakan tahap Master Plan. Pada EPCC juga diharuskan seorang lulusan teknik kimia memiliki pengetahuan tentang rekayasa proses seperti PFD, P&ID dan menguasai software simulasi proses salah satunya yaitu Aspen Hysys.

Contoh perusahaan di EPCC yaitu BR, Saipem, Technip, Rekayasa Industri, IKPT, Tripatra dan lain sebagainya.

6. Industri Minyak dan Gas

Industri Migas

Industri minyak dan gas merupakan industri idaman para lulusan teknik kimia. Berbagai sektor migas dapat kita tempati diantaranya sektor upstream, midstream dan downstream. Selain karena melibatkan banyak rekayasa proses, unit-unit operasi yang telah kita pelajari di jurusan teknik kimia juga akan terpakai pada industri migas seperti kolom distilasi, absorber, mixer, separator dan masih banyak lainnya. Selain itu software primadona Aspen Hysys juga sangat dipakai pada industri minyak dan gas ini.

Contoh perusahaan di industri minyak dan gas yaitu PT. Pertamina persero, PT. Pertamina Hulu Energi, PT. Pertamina EP, Chevron Indonesia, Exxon Mobil, BP dan masih banyak lagi.

Apapun industrinya yang penting kita sebagai industri Teknik Kimia dapat mengaplikasikan ilmu yang telah kita dapatkan dari bangku kuliah untuk diterapkan di dunia kerja, sehingga dapat memajukan ilmu dan perekonomian Indonesia.