Mengenal dunia EPC di Industri Migas

Mengenal dunia EPC di Industri Migas secara umum

EPC

EPC (Engineering, Procurement dan Construction)

EPC merupakan singkatan dari Engineering, Procurement dan Construction. Biasanya EPC mengerjakan proyek-proyek besar yang dimiliki oleh perushaan Owner Operation seperti halnya PT. Pertamina Persero, ENI, BP, Chevron dan lain sebagainya.  Pada proyek tersebut melibatkan banyak disiplin Engineering, mulai dari Process Engineer, Piping Engineer, Mechanical Engineer, Electrical & Instrumentation Engineer dan lain sebagainya. Tahapan pada pengerjaan proyek secara keseluruhan dimulai dari perusahaan Owner Operation, dimana tahap tersebut merupakan tahap Master Plan.

FEED

epc

Tahap selanjutnya yaitu FEED atau Basic Engineering Design. Tahap ini dikerjakan oleh kontraktor EPC bisa juga Konsultan dari Owner Operation. Dalam tahap FEED ini akan dihasilkan mulai dari Layout Plan / Plot Plan, diagram alur proses, sampai ke spesifikasi materialnya. Dokumen FEED yang telah selesai akan dijadikan bahan untuk mengajukan penawaran tender/bidding.

Tender atau Bidding

Pada tahap tender ini, Owner Operation akan mengundang beberapa Kontraktor EPC yang mumpuni untuk mengikuti tender proyek tersebut. Kemudian, Perusahaan EPC tersebut akan menganalisa FEED dan lain hal sebagainya. Kemudian apabila kontraktor tersebut menynggupi, kontraktor tersebut akan mengajukan harga. Kemudian Owner akan mereview kesanggupan dari berbagai kontraktor dan juga harga yang diajukan. Setelah selesai mereview, Owner akan menunjuk pemenang dan kontraktor tersebut menjalankan proyek tersebut.

Engineering

Pada tahap ini kontraktor akan melakukan DED (Detail Engineering Design) intinya melakukan peyempurnaan pada desain FEED. Seperti mengerjakan PFD, P&ID dan lain sebagainya. Untuk desain tersebut tidak banyak boleh dilakukan perubahan, kecuali dengan persetujuan owner. Pada tahap ini akan menghasilkan Engineering Drawing secara lengkap dan dokumen pendukung seperti lampiran perhitung spesifikasi dan lainnya.

Procurement

Pada tahap ini kontraktor mencari beberapa vendor atau supplier yang sesuai dengan dokumen-dokumen engineering. Begitu juga dengan pekerjaan yang melibatkan jasa akan dicari beberapa sub-kontraktor yang bisa mengerjakan.

Construction

Pada tahap ini Kontraktor Utaman menurunkan tenaga sampai level supervisor saja, 1 supervisor bisa menganani lebih dari pekerjaan Sub con. Pada tahap ini mulai dilakukan implementasi di lapangan sesuai dengan tahap desain sebelumnya.

Installation

Pada tahap ini biasanya hanya ada di Owner Operation pada Offshore atau lepas pantai. Yaitu tahap pengangkutan dan pemasangan fabrikasi yang telah dibuat untuk dipasang di lepas pantai.

Comissioning

Pada tahap ini bisa di sebut tahap pengecekan dan pengetesan keseluruhan proyek yang telah di kerjakan dan sudah jadi sebelum diserahkan ke Owner. Pada tahap ini tidak cukup hanya 1-2 hari saja melainkan berbulan-bulan atau mungkin lebih dari itu tergantung skala pengerjaan maupun kepuasan dari Owner.

Operation

Apabilah tahap commissioning sudah OK antara kedua belah pihak, artinya proyek ini sudah bisa diserahkan ke owner untuk dioperasikan. Pengoperasiannyapun boleh dilakukan owner sendiri, kadang juga nyari perusahaan service lain yang punya spesialisasi di bidang itu.

Intinya tugas EPC secara garis besar sebagai integrator yaitu menjembatani dan mengkoordinasikan seluruh bagian yang terkait dalam pembangunan suatu proyrk, mulai dari licensor, vendor, shipper,bahkan sampai operator.

Contoh EPC : Dago engineering, PLN Enjiniring, Synergy Engineering, HK, Waskita, PT. Sena dll

Posisi pada sektor EPC

EPCCI

Beberapa posisi yang dibutuhkan pada dunia EPC diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Process Engineer: Berperan penting untuk menghasilkan proses yang mencakup semua yang dibutuhkan, namun sebisa mungkin proses tersebut ekonomis untuk menghemat budget perusahaan. Selain itu tugas seorang process engineer memfasilitasi proses dengan mendesain unit operasi yang dibutuhkan untuk mennghasilkan produk akhir. Didalamnya terjadi proses perancangan, penentuan spesifikasi, pengembangan , implementasi dan monitoring semua perangkat yang terlibat dalam proses ini sebagai bagian dari proses produksi.

2. Project Manager : memimpin dan mengatur pelaksanaan pekerjaan agar berjalan dengan baik dan sesuai rencana serta perjanjian kontrak

3. Project Engineer: Project engineer memiliki banyak tanggung jawab, salah satunya yaitu memanage proyek-proyek engineering. Hal ini termasuk memanagement personnel dalam mengerjakan proyek, mengatur budget, dan melakukan penjadwalan untuk membawa suatu proyek sukses menghasilkan outcome yang sesuai dengan tujuan perusahaan.

Seorang project engineer memiliki tugas untuk memastikan sebuah proyek selesai sesuai dengan rencana. Untuk itu, kemampuan administrasi dan manajemen merupakan modal penting bagi profesi ini agar ia dapat mengelola dan mengorganisir proyek agar berjalan sesuai rencana. Ia pun mesti mempunyai pengetahuan di bidang rekayasa dan teknologi supaya ia dapat mengetahui teknologi seperti apa yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat selesainya proyek.

Seorang project engineer harus memiliki kemampuan analisa yang baik untuk menemukan solusi dalam permasalahan di dalam proyek. Seorang project engineer harus mampu berkoordinasi dengan rekan kerja dengan engineer-engineer lainnya yang harus menyelesaikan problem dalam suatu proyek, sehingga seorang project engineer harus memiliki pemikiran yang kritis, kemampuan dalam memahami bebagai posisi pada engineering dan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

4. ICT : Melakukan manajemen dalam pengadaan software-software yang dibutuhkan perusahaan. Dengan menghimpun informasi dan menganalisis software tersebut untuk disiapkan mesin yang dapat menjalankan software tersebut.

5. Mechanical Engineer: Membuat dan mendesain unit operasi

6. Lead Engineer : Bertugas sebagai peran tambahan dari Project Engineer yang merupakan bagian dari pengembangan, lead engineer juga bertanggung jawab untuk management team, monitoring, reporting, dan memastikan eksekusi pengerjaan proyek tepat waktu. Lead engineer juga bertanggung jawab atas timnya untuk mengontrol dan mengendalikan fase-fase proyek yang ada.

7. Engineering Manager : Bertanggung jawab atas kegiatan desain seluruh disiplin ilmu. (Proses, mekanikal, elektrikal)

8. Electrical Engineer : Bertanggung jawab atas kegiatan desain eletrikal.

9. Document Control : Bertanggung jawab atas penyimpanan dan pendistribusian dokumen yang beredar dari divisi engineering menuju divisi lainnya.

10. Process Safety Engineer : Bertanggung jawab untuk meminimalisi resiko dalam proses.

Penggunaan Hysys pada EPC

epc

Penggunaan software Aspen Hysys pada dunia EPC sangat diperlukan, karena untuk mulai mengerjakan engineering baik itu FEED mau pun DED yang berkaitan dengan simulasi proses. Berikut beberapa kegunaan Hysys dalam sektor EPC :

1. Engineering Procurement and Construction (EPC)

Pada sektor EPC ini tantangan utama yang harus dihadapi, diantaranya untuk meminimalkan resiko pada pengerjaan FEED dan DED (Detailed Engineering Design) yaitu terbatasnya waktu untuk desain engineering karena kompleksnya aliran proses, sehingga akan rawan apabila terjadi kesalahan teknis. Dengan menggunakan Hysys pengerjaan rekayasa tersebut akan meningkatkan ketelitian dari segi konstruksi, operasi, maintenance, dan pengerjaan desain secara konseptual. Selain itu, dengan bantuan Hysys perusahaan EPC dapat memperkirakan simulasi proses yang lebih efisien, ekonomis dan sesuai budget perusahaan.

2. Membuat permodelan simulasi proses yang sesuai dengan plant di lapangan dengan cara mengkalibrasi data pada model baik dari segi desain, kondisi operasi dan kondisi tambahan pada plant, sehingga engineer dapat memahami proses yang lebih baik. Dengan alasan tersebut, seorang engineer dapat melakukan trial and error pada berbagai simulasi proses, sehingga akan menghasilkan perkiraan prose yang terbaik untuk dapat di terapkan pada plant.

3. Meningkatkan transparansi pada aliran proses, artinya apabila ada unit operasi yang tidak terlalu efisien dalam suatu proses dapat di hilangkan, sehingga akan meminimalisir biaya, namun tetap memperhatikan safety pada plant.

4. Mengurangi waktu persiapan untuk material apa saja yang akan dimasukkan kedalam proses dan menentukan pemilihan perhitungan yang akan digunakan, dengan Hysys dapat dengan mudah melakukan hal tersebut dengan melakukan scenario pada package yang terdiri dari pemilihan material dan perhitungan. Selain itu, apabila dalam pengerjaan desain ada hal yang harus di desain ulang, maka dengan Hysys dapat lebih mudah untuk di kerjakan, sehingga akan menghemat waktu dan biaya.

Itulah penjelasan mengenai EPC, setelah menyimak penjelasan EPC adakah yang ingin bekerja di industri EPC? tulis di kolom komentar ya 😀