6 Insinyur di dunia Migas yang dapat menggunakan software Hysys

Insinyur

 

Hai kawan tahukah kamu pengguna software Hysys bukan hanya terpaut 1 posisi, seperti yang kita tahu Hysys sangat berkaitan dengan seorang Process Engineer yang mungkin sudah sangat familiar dengan Hysys. Tapi ternyata bukan hanya Process Engineer saja looh yang menggunakan Hysys, dikarenakan luasnya cakupan penerapan ilmu Hysys, bukan hanya di sektor downstream saja, tetapi juga ada di upstream dan midstream. Seperti yang kita tahu banyaknya insinyur atau engineer yang berjasa dalam berjalannya proses produksi di ke tiga sektor tersebut. Yuk kita lihat apa saja posisi Engineer yang dapat menggunakan Hysys untuk menjalankan proses di Industri tersebut.

1. Process Engineer

Process Engineer

 

Yang pertama seperti yang sudah kita tahu yaitu Process Engineer dapat disebut juga research engineer ataupun design engineer. Tugas Process Engineer yaitu melakukan desain, implementasi, kontrol dan optimalisasi pada proses yang terjadi di Industri, terutama industri dengan sistem kontinyu seperti Industri Kimia, Petrokimia, Migas dan lain sebagainya. Tugas seorang Process Engineer diantaranya membuat desain, menentukan spesifikasi, mendevelop, implementasi, dan melakukan monitor pada alat maupun keseluruhan proses dimulai dari bahan mentah hingga menjadi produk.

Skill-skill yang harus dimiliki oleh seorang Process Engineer diantaranya critical thinking, daya nalar, skill komunikasi, bisa mengatasi tekanan saat bekerja, skill analisis, skill negosiasi, creative thinking dan tentunya harus bisa beberapa skill penggunaan software, salah satunya jago Hysys.

2. Facility Engineer

Facility Engineer

 

Tugas seorang facility engineer yaitu untuk memastikan proses fasilitas dalam sistem dilakukan dengan cara yang paling aman, paling efisien dalam waktu dan paling ringkas. Untuk mencapai ini semua, seorang facility engineer melakukan peninjauan dan modifikasi pada proses yang ada, serta juga melakukan desain dan implementasi apabila ada prosedur atau perbaikan yang baru akan dilakukan (Sehingga seorang facility engineer juga dapat menggunakan software Hysys) . Selain menjalankan fasilitas-fasilitas tersebut, mereka juga memiliki tanggung jawab anggaran dan tugas seputar pengoptimalan efisiensi pada operasional. Mereka juga terlibat dalam pengembangan fasilitas baru, perencanaan dan penerapan infrastrukturnya.

Skill-skill yang harus dimiliki oleh seorang Facilities Engineer diantaranya skill organisasi, leadership, detail oriented, critical thinking, skill komunikasi dan bisa bekerja di bawah tekanan.

3.  Operations Manager

Operation Manager

 

Tugas seorang manager operasional yaitu bertanggung jawab pada semua perencanaan dan manajemen yang berkaitan dengan fungsi perusahaan atau project yang sedang dikerjakan. Untuk itu untuk memastikan project berjalan dengan lancar, seorang Operations Manager dapat mereview simulasi-simulasi yang telah dikerjakan oleh engineer-engineernya untuk memastikan apakah suatu proses yang akan dikerjakan telah sesuai visi dan misi dari perusahaan ataupun tujuan project tersebut.

Skill yang harus dimiliki oleh Operations Manager tentunya harus memiliki kemampuan leadership yang baik dan sudah berpengalaman pada berbagai posisi di project tersebut, karena nantinya akan mengatasi engineer-engineer yang melakukan pekerjaan di suatu project yang dikerjakan.

4. Project Engineer

Project Engineer

 

Seorang project engineer melakukan pengawasan terhadap project engineering yang sedang berjalan. Mereka bekerja dengan semua stakeholder yang berkaitan, dengan bertanggung jawab langsung untuk budgeting, pekerja dan perencanaan project.

Dengan itu, maka seorang project engineer harus memiliki kemampuan organisasi yang baik, problem solving, detail oriented, tahu akan harga-harga supplier di pasaran, skill komunikasi dan ketegasan.

5. Process Safety Engineer

Process Safety Engineer

 

Process Safety Engineer berkewajiban untuk mengembangkan risk assessments dan safety pada operation untuk suatu perusahaan yang menjalankan suatu project. Process safety engineer harus dibekali ilmu technical leadership dan dapat mengidentifikasi bahaya, mampu menilai suatu resiko dan dapat menemukan solusi dalam penghematan biaya dalam project.

6. Pipeline Engineer

Pipeline Engineer

 

Seorang Pipeline engineer betanggung jawab dalam mendesain, melakukan konstruksi dan operasi, quality control dan melakukan perbaikan dalam sistem perpipaan. Seorang pipeline engineer banyak dibutuhkan  di dunia minyak dan gas, terutama di sektor upstream, mereka bertanggung jawab dalam distribusi gas maupun minyak dari dalam perut bumi hingga sampai tempat penyimpanan dengan lancar, sehingga mereka harus terus memonitor sistem perpipaan. Untuk itu seorang pipeline engineer harus mahir dalam analisis mengenai flow assurance dan penggunaan simulasi software seperti Hysys.