Definisi distilasi dan macamnya

distilasi adalah

Halo teman-teman teknik kimia yang sedang semangat belajar. Hmm kali ini enaknya kita belajar apa ya? Saya penasaran sih gimana caranya mengimplementasikan proses distilasi pada Aspen Hysys. Kalau di dunia industry aspen hysys dengan pemrosesan Aspen Hysys kebanyakan di gunakan di migas refinery seperti PT. Pertamina Persero dan Badak LNG, kemudian kalau di industry petrokimia yaitu seperti PT. Chandra Asri dan TPPI, sebenarnya masih banyak lagi ya yang menggunakan Hysys untuk melakukan simulasi pemrosesan distilasi.

Sekarang kita harus tau dulu nih apa sih itu Distilasi? Kalau kata Anne Marie Ph.D. Distilasi merupakan proses pemisahan yang sangat penting di dunia kimia, industri dan industri makanan. Distilasi merupakan proses pemisahan komponen-komponen dari campuran dengan perbedaan titik didih. Contohnya yaitu purifikasi alcohol, desalinasi, pemurnian crude oil (minyak mentah) dan pembuatan liquefied gas dengan bahan dasar udara.

Distilasi secara definisi

Metode distilasi sudah banyak digunakan untuk memisahkan campuran berdasarkan perbedaan perlakuan sesuai kondisi yang dibutuhkan untuk merubah fasa komponen dari campuran tersebut. Untuk memisahkan campuran cairan / liquid, cairan yang memiliki pebedaan titik didih tersebut dapat dipanaskan kedalam fasa gas. Gas tersebut lalu terkondensasi kembali kedalam wujud liquid dan ditampung. Proses tersebut terjadi secara berulang untuk meningkatkan kemurnian dari produk. Meskipun distilasi sering di diterapkan pada cairan, proses sebaliknya dapat digunakan untuk memisahkan gas dengan mencairkan komponen menggunakan perubahan suhu atau tekanan. Kalau di Lab alat distilasi sebagai berikut :

 

distilasi adalah

Penggunaan distilasi

Distilasi banyak digunakan untuk industry komersial, seperti produksi bahan bakar, air distilat, xylene, alcohol, paraffin, kerosene, dan banyak jenis cairan lainnya. Pada distilasi, gas juga dapat dicairkan dan dipisahkan. Sebagai contoh: nitrogen, oksigen dan argon hasil distilasi dari udara.

Jenis-jenis distilasi

Distilasi terdiri dari distilasi sederhana, distilasi fraksional (fraksi yang mudah menguap dikumpulkan) dan distilasi destruktif ( biasanya sebuah bahan dipanaskan, sehingga terurai kedalam komponen-komponen yang diinginkan)

Distilasi sederhana

Distilasi sederhana dilakukan ketika titik didih dari 2 cairan secara signifikan memiliki perbedaan satu sama lainnya atau untuk memisahkan cairan dari padatan atau komponen-komponen yang nonvolatile. Pada distilasi sederhana, sebuah campuran dipanaskan untuk merubah komponen yang paling volatile dari cairan ke uap. Uap tersebut kemudian naik dan masuk kedalam kondensor (biasanya didalam kondensor didinginkan dengan melewati air yang dingin ke sekitar kondensor) untuk mempercepat proses kondensasi dari vapor, yang kondensat tersebut merupakan produknya.

Distilasi dengan steam (steam distillation)

Steam Distilasi digunakan untuk memisahkan komponen yang memiliki sifat sensitif terhadap panas. Steam ditambahkan kedalam campuran tersebut, menyebabkan campuran tersebut teruapkan. Uap tersebut didinginkan dan dikondensasikan kedalam 2 fraksi cairan yang berbeda. Kadang, fraksi-fraksi tersebut dikumpulkan secara terpisah atau fraksi-fraksi tersebut dapat memiliki nilai density yang berbeda, sehingga mereka akan terpisahkan dengan sendirinya. Sebagai contoh yaitu distilasi pada bunga untuk menghasilkan esensial oil yang dberbasis air.

Distilasi fraksional (fractional distillation)

Distilasi fraksional digunakan ketika titik didih dari komponen dari campuran tersebut memiliki titik didih yang hampir sama 1 sama lain, seperti yang di sebutkan pada hukum Raoult. Kolom fraksinasi digunakan untuk memisahkan serangkaian proses distilasi yang disebut rektifikasi. Dalam distilasi fraksional, campuran dipanaskan, sehingga uap akan naik dan masuk pada kolom fraksinasi. Saat uap mendingin, uap tersebut terkondensasi pada packing yang ada di kolom fraksinasi tersebut. Panas dari uap yang naik akan bertemu dengan cairan yang turun, sehingga cairan tersebut akan teruapkan kembali. Proses tersebut terjadi di sepanjang kolom dan pada akhirnya menghasilkan sampel dengan kemurnian yang lebih tinggi dari komponen campuran yang lebih volatile tadi.

Distilasi Vakum

Distilasi vakum digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang emiliki titik didih yang tinggi. Pada distilasi vakum, tekanan pada kolom diturunkan juga menurunkan titik didih. Kalau tekanan pada kolom tidak diturunkan, maka prosesnya sama saja seperti kebanyakan proses distilasi yang telah disebutkan. Distilasi vakum sangat berguna ketika titik didih normal melebihi suhu dekomposisi suatu senyawa.

Pada postingan berikutnya kita akan belajar salah satu kolom distilasi yang dipakai di banyak industry refinery dan petrokimia yaitu crude distillation unit ( Kolom CDU ). Setelah itu kita akan belajar bagaimana membuat simulasi pengoperasiannya di Aspen Hysys. Jika ada yang ungin didiskusikan, mari ketik di kolom komentar di bawah ini ya kawan! 🙂